...Lebih baik tangan diatas daripada tangan di bawah.
Itulah yang selalu tergiang-giang dalam ingatan saya sejak lama. Aliran kalimat itu semakin deras saja memenuhi rongga otak kanan saya ketika 2008 mulai menjelang diakhir desember ini. Jika ada yang mengatakan kepada saya kalau akhir-akhir ini terlihat gelisah maka dengan cepat saya anggukkan kepala sebagai tanda setuju, mengiyakan kalau saya memang lagi mendapatkan suasana abnormal itu.
Tidak singkat lagi waktu bila saya me rewind segala yang pernah saya lakukan untuk mewujudkan rasa gelisah itu menjadi bentuk yang normal. Bila ada jalan sekecil apapun saya pernah mencoba apalagi jalan yang sedikit lebar, namun tertatih saya melangkah untuk sampai kesana tapi ujungnya jalan belum kesampaian jua. Kekuatan optimislah yang tetap membekap saya untuk terus jalan agar cita-cita saya terealisasi segera. Saya Ingin Usaha..Saya Ingin Merdeka...Saya ingin menjadi tangan di atas...dan..dan..dan.sebagainya. Itulah inti kegelisahan saya selama ini.
Ketika desember terus menganti tanggal dan berakhir diangka 31 maka tak ada pilihan keraguan lagi saya harus teriakkan ini " Iam Ready Now For 2008".
Saya telah persiapkan diri untuk ke-sana, jika sekarang saya masih mengulurkan tangan dibawah namun saya juga telah siapkan media untuk mengulurkan tangan diatas. Bisnis komputer, Bisnis yogurt dan cheese, Bisnis distribusi ikan adalah rintisan media untuk jadi Tangan diatas. Menjadi anggota komunitas tangan diatas (TDA) pun telah ku jalani, hampir dua tahun sudah.
ketika tuts komputer menulis kata dikalimat terakhir ini, saya ucapkan sepenuh hati memulai dengan bismillah Iam ready now for 2008.
Mengapa Annual Conference Jafra diadakan di Bandung?
10 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar